Driver gojek kita, pengantar sampel tercinta

Mengantar sampel adalah pekerjaan yang membosankan namun perlu dilakukan. Pasalnya, sampel adalah mata dari proses dan sampling adalah tindakan untuk “mengamati” proses yang sedang berjalan.

Untukmu para driver gojek yang sudah berjasa mengantarkan sampel, inilah lagu untuk kalian:

Eh tukang gojek
Tolong anterin sampel
Dua kantong kresek
Sudah dikasih label

Tak ada sampel, proses berjalan tanpa arah yang jelas.

Untuk proses yang sudah standar-pun masih perlu dilakukan pengambilan sampel agar kualitas produk tetap terjaga. Apalagi proses yang belum standar, tentu sampling juga harus dilakukan.


Kenapa antar sampel harus pake Go-Jek?

Pabrik ini jauh. Letaknya di pedalaman hutan

Bercanda. Tidak pedalaman-pedalaman banget, sih. Namun tempatnya yang tersembunyi membuatku kesulitan untuk keluar-masuk dari sini.

Sudah 30 x 2 menit per hari kuhabiskan untuk bolak-balik antar barang dari dan ke Lab QC. Kalau dipikir-pikir satu jamku habis hanya untuk pengantaran kantong kresek ini. Hal ini sangat-sangat tidak efektif dan efisien.

Kalau kata manager saya, kurang Lean.
Dengan demikian, ini tidak bisa saya teruskan.

Beruntungnya ada Gojek yang memiliki layanan Go-Send. Adapun mereka tak diperkenankan untuk masuk ke dalam pabrik, sehingga mereka tak bisa mengambil atau mengantar barang sampai dalam 🙁

Untungnya pos satpam kami bisa diajak bekerjasama, dengan mengizinkan kami menitip ke pihak-pihak terkait. Dan koordinasi antara pos-satpam sangat baik.

Kutitipkan dua kantong kresek itu kepada pak satpam. Beberapa menit kemudian, pak driver Gojek mengambil kresek ku dan barang diantar sampai pabrik sebelah, tempat sampel dianalisa.


Murah sekali, jangan sampai nggak di-reimburse

Bermodalkan Rp 8000,- ongkos kirim dan Rp 2.000,- asuransi dari Go-Pay, aku bisa medaratkan sampelku dengan selamat di pabrik tujuan.

“Murah sekali, ” pikirku.

Aku berencana melakukan “pengeboman” biaya pengiriman ini hingga aku mendapat 300 ribu, kira-kira. Atau 30x frekuensi pengantaran. Hingga suatu hari managerku menanyakan:

“Kamu pake uang siapa kemarin bayar Go-Send nya?”

“Uang saya pak”

“Udah di-klaim belum”

“Belum pak, gampang lah nanti”

“Kalo gitu sekalian bayarin Go-Jek anak saya ya 😁”

“Jangan dong Pak… iya kalo gitu saya klaim reimburse deh”

Akhirnya kulakukan upload kwitansi Go-Jek dan kuajukan reimbursement. Walau cuma Rp 50.000,-, kusadari frekuensinya sangat sering sehingga aku akan sering mengajukan klaim reimburse.


Untuk driver Gojek di luar sana, aku mau bilang, “Terima kasih sudah memudahkan pekerjaan kami, buruh korporat yang dikejar target dan output produksi. Terima kasih sudah mau meringankan pekerjaan kami yang harus berdinas antar-pabrik.”

Semoga driver gojek
tidak pernah capek
walau mengantar kresek
yang harganya kurang dari cepek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *