Tulisan dan Manajemen Keuangan

Berniat nabung, malah uangnya gak ketampung. Berniat hemat, malah melarat. Ingin kaya, tapi kesulitan mengatur biaya.

Siapa di sini yang relate hayo?

Enggak apa-apa, jika kamu menyadarinya sekarang artinya belum terlambat menyadari hal ini. Maka yuk kita belajar manajemen keuangan dengan cara membuat tulisan. Lho, memang apa sih manfaatnya?

Memiliki Tujuan Keuangan yang Jelas

Memiliki tujuan keuangan berarti memiliki masa depan yang kamu inginkan. Apakah kamu mau hidup sederhana, mewah, atau berkecukupan? Kamu bisa memilih dan menetapkan tujuan keuangan kamu apa saja. Untuk menikah? Beli rumah? Beli Mobil?

Kamu dapat menuliskannya seperti ini:

“Saya akan membeli rumah seharga 1 Milyar dalam 5 tahun ke depan. Uang yang terkumpul saat ini sebesar … “

Kamu bisa mencatat berapa poin secara terpisah. Ditambah lagi, kamu bisa menuliskannya di sticky notes fisik, sticky notes PC, dan notes catatan kamu. Kamu bisa melaporkan berapa nominal yang terkumpul dan apakah sudah mencapai Goal/ Tujuan keuangan atau belum.

Dengan begitu kamu dapat membuat self-reminder buat diri kamu sendiri. Tidak hanya mengingatkan kamu bahwa kamu punya tujuan keuangan, tetapi kamu juga dapat memantau progressmu secara berkala. Ini juga menjadi motivasi agar kamu dapat lebih disiplin mengelola uang.

Lebih Konsisten

Knowledge is power, consistency is the key.

Kamu akan lebih konsisten dalam mengelola keuangan kamu. Bukan hanya sekali-dua kali. Tapi kamu akan membiasakan mencatat hal-hal yang kamu lakukan dalam jurnal keuangan kamu. Kamu juga bisa menuliskan kendala dalam menyimpan uang / nabung, investasi, maupun mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

Misalkan aku mencatat berapa banyak pengeluaranku berupa makanan, kelas online, maupun biaya buku. Aku akan mengetahui apakah aku sudah efektif mengelola uang atau belum dari sana. Dengan begitu aku akan lebih menghargai uang karena aku memantau pengeluaranku.

Selain itu, aku juga bisa mencatat siapa saja orang yang kupinjami uang atau kuhutangi (yang seharusnya tidak boleh ada). Aku harus disiplin untuk meminta orang yang meminjam mengembalikan ataupun tidak membuat hutang sama sekali, meskipun itu dengan teman yang sudah dekat dan terbiasa.

Cara pencatatan nya misal seperti ini:

“Total Hutang : … “

Total Piutang: …

Pengeluaran Harian: …”

Banyak format yang bisa kamu lakukan. Kamu bisa menuliskannya di diary/jurnal, di aplikasi pencatatan keuangan, atau di notes online/digital kamu sendiri.

Lebih Membuatmu Sadar Diri Sendiri

Banyak aplikasi pencatatan keuangan modern berbasis aplikasi Smartphone Android saat ini. Tetapi aku pribadi masih menyukai jalan jurnaling sebagai media perantara pencatatan keuangan, sebelum aku memindahkannya. Kenapa?

Sadar atau tidak, pencatatan keuangan tanpa adanya evaluasi sama saja. Kamu bisa mencatat pengeluaran kamu tetapi kamu belum tentu mengingatnya. Bisa jadi kamu tidak sadar melakukannya.

Sudahkah kamu melakukan investasi untuk dirimu sendiri? Minimal leher ke atas alias kepala. Apakah kamu sudah menyadari bahwa seluruh tubuhmu adalah anugerah dari Allah?

Aku sendiri terkadang menulis sambil mengamati, pengeluaran terbesarku untuk apa. Terkadang aku boros di gadget, terkadang aku boros di self-dev dengan buku-buku dan kelas online, dan terkadang aku boros di makanan. Sebenarnya tidak masalah mau boros di aspek manapun. Asalkan kita bertanggungjawab dengan apa yang kita keluarkan.

Karena mencari uang adalah hal yang susah, maka kamu harus bisa bertanggungjawab dalam setiap rupiah yang kamu keluarkan. Apakah kamu sudah menghargai makanan yang kamu beli, tanpa membuangnya? Apakah kamu sudah membaca semua buku yang kamu beli, mengikuti semua kelas online tanpa diskip-skip? Apakah kamu memakai gadget yang kamu punya atau sekedar gengsi semata?

Kamulah yang bisa menentukan, sebenarnya apa yang kamu butuhkan dalam hidupmu. Dengan demikian, kamu tidak akan sia-sia dalam mengeluarkan uang. Maka jalan yang dapat dilakukan adalah menulis. Bagaimana bisa?

Aku menggabungkan teknik journaling ini dengan manajemen keuangan. Caranya sederhana saja. Misalkan seperti ini:

Bulan ini, pengeluaran terbesar saya adalah di self development. Saya mengeluarkan uang sebesar Rp 2.000.000,- untuk kelas-kelas online yang saya ikuti karena saya ingin belajar banyak hal seperti Digital Marketing dan Content Writing Padahal saya belum mengikuti kelasnya sama sekali. Yang sebenarnya saya perlukan adalah kelas Copywriting seharga Rp 300.000,-. Saya berjanji untuk mengalokasikan dana lebih bijak dalam self-development, dengan mengambil kelas yang pasti bisa saya selesaikan.

Tidak ada lagi yang bisa menyadarkanmu selain dirimu sendiri.


Nah, itu tadi adalah manfaat manajemen keuangan lewat tulisan sekaligus cara menerapkannya. Dengan begitu, kamu akan lebih bijak mengelola uang, sekaligus mempelajari pola-pola kamu dalam menggunakan uang.

Buat kamu yang masih berusaha mengelola uang, aku ucapkan selamat berjuang dan berusaha yah :). Aku akan mengakhiri tulisan ini dengan sebuah quotes

Impian itu tidak lahir dalam satu-atau-dua malam. Impian lahir dari kerja keras, konsistensi, kesadaran, dan komitmen yang dibangun selama berhari-hari, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun.

Selamat berproses! 🙂

#30DWC #30DWCJilid39 #Day6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *